Today's Headline

Subscribe Here!

Islam Itu Indah

Islam Itu Indah

Raya

Joss,, Antrian Paspor di Kbri Seoul Membludak Hingga Ke jalan Raya

On 5/19/2018



 Seoul -  Hari libur seyogyanya di pakai untuk beristirahat setelah sepekan melakukan aktivitas pekerjaan.apalagi sebagai Tenaga kerja yang mengais penghasilan di luar negeri yang mana waktu habis termakan oleh pekerjaan.

Tapi hal ini tidak berlaku untuk beberapa warga indonesia yang menetap di korea selatan,mereka memanfaatkan waktu libur mereka untuk melakukan perpanjangan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di Seoul korea selatan,karena kadang mereka tak punya waktu libur untuk mengurus paspor,terlebih di beberapa wilayah korea selatan yang jauh dari jangkauan KBRI Seoul.seperti halnya WNI Pulau jeju  yang harus menaiki pesawat terbang untuk bisa menuju ke kedutaan.

Untungnya teman teman dari jeju mengajukan paspor pada minggu kemarin tidak seramai hari ini,setidaknya 16 WNI dari jeju berpetualang ke Seoul demi memperpanjang paspor yang masa berlakunya akan segera habis


Seperti di ketahui bahwasanya KBRI Seoul melayani perpanjangan paspor dan kekonsuleran  setiap Hari senin sampai dengan hari jum├ít,dan dalam satu bulan melayani satu kali pada hari minggu.dengan tujuan membantu WNI yang tinggal di korea yang tidak punya waktu libur atau pada hari kerja tidak bisa datang ke KBRI.



Bulan mei ini yang menurut rencana KBRI membuka layanan hari minggu pada tanggal 13  di undur menjadi tanggal 20, tak ayal ketika pintu gerbang di buka puluhan WNI langsung berebut masuk mengambil nomor antrian.salah seorang TKI asal indramayu Erna kebagian nomor antrian 11  saat jam menunjukan ke angka 07.12 WKS.

Pada hari biasa KBRI seoul melayani perpanjangan paspor dengan rata rata 200 antrian,sedangkan pada pelayanan hari minggu jumlahnya bisa meningkat dua kali lipat.


Salah seorang warganet lain mengabadikan peristiwa ini  dalam live streaming facebook yang bisa di lihat di bawah ini, di mana situasi di pintu samping KBRI seoul terdapat WNI yang sedang mengantri perpanjangan paspor  hingga membeludak ke jalan raya.




Di perkiraakan proses perekaman data dan antrian akan selesai hingga malam hari.

sing sabar ya gaesss,, ini ujian

Pelakor Bersama GPI  Salurkan Bantuan Pada Ahli Waris Almarhum Darsono

On 3/09/2018


Ajoinews - Berita tentang meninggalnya seorang Tenaga kerja indonesia yang bekerja di korea sektor perikanan menjadi duka tersendiri bagi rekan sesama profesi fishing korea.

Apalagi mengingat almarhum  belum lama bekerja di negara korea selatan  dan keluarga Alm Darsono bisa di bilang keluarga yang kurang mampu,hal tersebut bisa di lihat dari tempat tinggal yang di tempati keluarganya ketika jenazah tiba di rumah duka yang berada di Desa Langut Blok Karang Anyar RT/RW 17/04 Kecamatan Lohbener indramayu jawa barat

Melihat hal itu banyak sesama TKi di korea melakukan penggalangan dana baik yang di lakukan oleh organisasi maupun individual, seperti halnya di lakukan oleh Lazisnu korea, penggalangan dana para pelaku kerja di bidang perikanan yang menamakan diri PELAKOR  atau Pekerja Laut Korea.




Penggalangan Dana yang di lakukan oleh pekerja laut korea ( Pelakor ) bergerak bersama GPI ( Gerakan Peduli Indramayu ) dilakukan di beberapa tempat seperti di wilayah Tongyeong yang di monitori oleh jamaah masjid Bahrul Islah yang mayoritas bekerja di sektor perikanan.

Dan juga di lakukan di wilayah  Pyoseon jejudo  bekerja sama dengan para pekerja tambak kwango, dan juga dari rekan rekan sesama TKI korea lainnya yang menyalurkan bantuan melalui transfer dana ke rekening yang di sebar oleh ketua panitia penggalangan dana.

Ahirnya pada hari jumat 9 maret  terkumpul Total  dana  648.000 WON  setelah di Rupiahkan menjadi  Rp 8.200.000  dan dana amanah tersebut telah di sampaikan kepada ahli waris Melalui Gerakan Peduli Indramayu  dan di terima langsung oleh ayah kandung dan nenek Alm Darsono.



x


Semoga apa yang kita infak kan dan sedekahkan kelak menjadi pundi pundi amal kebaikan yang akan menambah berat timbangan  amal kita di yaumul mizan.

Tetap berhati hati dalam beraktivitas, jaga keselamatan dan jang lupa selalu meminta perlindungan kepada Tuhan Semesta Alam





TKI Asal  Indramayu Menjadi Salah Satu Korban Karamnya Kapal di Laut Korea

On 2/28/2018


Ajoinews_.Berita duka datang kembali dari kalangan Tenaga kerja indonesia yang berada di negara korea selatan. Terjadi sebuah kecelakaan di tengah lautan yang  di akibatkan cuaca yang tidak bagus dan angin yang berhembus  sangat kencang hingga mengakibatkan karamnya kapal nelayan yang belum sempat mendarat ketepian.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu 28 Februari 2018, sekitar pukul 16.30 WS, polisi perairan Korsel menemukan kapal nelayan ukuran kecil dalam posisi terbalik di perairan Propinsi Jeollanam sekitar 3,3 mil dari pantai.

Polisi menyatakan bahwa ada 7 korban dalam kapal tenggelam tersebut. Salah satunya adalah WNI/PMI asal Darsono asal Desa Langut Blok Karang Anyar RT/RW 17/04 Kecamatan Lohbener indramayu jawa barat.

Pagi ini  KBRI seoul  telah menerima pemberitahuan dari polisi setempat bahwa korban telah ditemukan dalam keadaaan meninggal, termasuk Sdr. Darsono. Jenazah sedang dibawa kapal menuju daratan dilanjutkan ke rumah sakit terdekat.
KBRI telah menugaskan staf menuju lokasi untuk pengurusan lebih lanjut jenazah hingga pemulangan, juga telah memberitahukan kabar duka tersebut kepada keluarganya di Indonesia.

KBRI seoul melalui perwakilan konsulernya menghimbau kepada rekan-rekan Pekerja lainnya, khususnya di sektor perikanan, agar selalu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. Gunakan selalu alat pengaman saat bekerja.

Mari kita doakan semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran. Aamiin YRA.

Ridwan Yoboseyo : Maafkan Bapak ya Adik Adik Ku.

On 2/10/2018


Korea Selatan - Setelah mendapatkan kecaman dari berbagai pihak karena menyebut kerja di perikanan korea hanya mengantarkan kematian, Ridwan Isa selaku Direktur utama LPK Yoboseyo jakarta ahirnya membuat klarifikasi dan meminta permohonan maaf.

Sebelumnya surat dan teguran yang di layangkan SPPI yang ada di korea selatan melalui DPP SPPI pusat yang ada di jakarta di layangkan  tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan hingga ahirnya  somasi ke dua di kirimkan dengan ancaman akan di lanjutkan ke jalur hukum jika tidak ada i'tikad baik dari pimpinan tertinggi di LPK yoboseyo Jakarta ini.

Hingga ahirnya, jumat 10 februari kemarin yang bersangkutan melakukan klarifikasi dan permohonan maaf yang di kirimkan ke beberapa group facebook yang ada di korea selatan, akan tetapi Ridwan tidak melakukan klarifikasi dan permohonan maaf dalam status akun resminya tersebut.

Perlu di ketahui sejauh ini Ridwan isa memiliki lebih dari tiga akun facebook yang di gunakan untuk berbagi informasi dan promosi lembaga tempat ia mengais rezeki.

Dalam klarifikasi di buat.Ridwan menyatakan tidak ada niat untuk  menyakiti,meremehkan bahkan menyakiti perasaan teman teman yang memilih bidang pekerjaan di perikanan,dan postingan itu di anggap semata mata hanya sebagai rasa kekhawatiran agar tidak terjadi lagi pada CTKI yang akan datang,karena menurutnya hampir setiap bulan ada yang kecelakaan di laut.

Ridwan bahkan bercerita sekitar tahun 2007-2008 anak nya ( ? ) yang hilang di laut saat pertama kali fishing di buka,dan anaknya  kecelakaan di kapal yang menyebabkan kakinya retak dan harus di amputasi.dan ada siswanya juga yang sampai saat ini jadi mengalami gangguan jiwa dan tidak mengenali keluarganya.

Lebih lanjut Ridwan menuturkan kekhawatiran itu karena beberapa siswa didiknya adalah anak yatim piatu dan orang dari kalangan bawah yang semua proses kekorea di gratiskan melalui program yang di jalankan oleh lembaganya.

Dan Ridwan juga nantinya mengaku akan mengusulkan kepada pemerintah bahwa Penerimaan pekerja di kapal laut harus di batasi dengan umur minimal 30 tahun.

Ridwan beranggapan di usia 30 tahun tentu pengalaman di darat sudah banyak dan secara pola pikir sudah dewasa dalam segi mental dan fisik juga sudah lumayan.karena kebanyakan sekarang banyak lulusan sekolah yang langsung terjun kedunia perikanan laut  yang mana menurutnya mereka masih sangat awam dan terlalu dini sehingga resiko kecelakaan semakin tinggi.

Ridwan meminta maaf jika ada yang tidak berkenan dengan apa yang dia utarakan.

I'm sorry, ya begitulah gambar yang di pajang Di ahir kalimat status pamungkasnya pada akun yang hari ini di tutup kembali oleh yang bersangkutan





Merendahkan Profesi perikanan di Korea,Ridwan Yoboseyo Klaim 80 Persen Publik Setuju Dengan Cuitannya di Media Sosial

On 2/08/2018


Jejudo . Bukannya meminta maaf secara terbuka kepada seluruh pekerja perikanan di korea selatan karena cuitannya di akun facebook yang seolah melecehkan pekerja perikanan dengan menulis status " Kerja di korea fishing hanya mengantar kematian bukan mendapat keuntungan ", kini yang bersangkutan menulis cuitan dengan akun lainnya Ridwan Ridwan yang kembali kontroversial yang menyatakan 80 % Publik setuju dengan apa yang dia ucapkan.

Sesaat sebelumnya banjir kecaman mengalir mengarah kepada pucuk pimpinan LPK YOBOSEYO ini hingga ahirnya Serikat Pekerja Perikanan Indonesia  Korea selatan  ( SPPI ) yang di nahkodai Ari Purboyo mengirim nota protes melalui KETUA DPP SPPI pusat yang ada di indonesia Ilyas Pangestu.

Akan tetapi setelah batas waktu ultimatum yang di berikan habis dari yang bersangkutan tidak ada i'tikad baik untuk mengklarifikasi bahkan meminta maaf secara terbuka,malahan seakan membuat pembenaran dengan alibi alibi yang di sampaikan.

Bahwasanya 80% publik setuju dengan apa yang ia utarakan di dalam status yang ahirnya viral dan menjadi kontroversial hingga dia diserang dan di kecam dari segala penjuru oleh pekerja perikanan yang merasa ikut terlecehkan dengan status yang di buatnya.

Di dalam status yang Ridwan isa buat sekitar dua jam yang lalu ia menceritakan bahwasannya Asli kalimat itu hanya bentuk kepedulian dan tidak ada niat sedikitpun  untuk membuat orang tersakiti.

Akan tetapi faktanya lebih dari 50% Publik tidak setuju dengan status yang di buat oleh ridwan isa,seperti halnya yang di ungkapkan Bekti surdiyanto  Pekerja sektor perikanan yang sudah 6 tahun bekerja di korea selatan.

Kerja di fishing memang keras,butuh fisik dan mental yang kuat. akan tetapi jangan kaitkan kerja di perikanan hanya mengantarkan pada kematian. apa dia melebihi tuhan dalam berkehendak?
di pabrikpun banyak yang gugur karena kecelakaan.ungkapnya

Pada tahun agustus 2010 sebelum puasa padahal menurut pengakuan bekas anak didik yang tidak mau di sebutkan namanya, Ridwan  menyarankan semua anak didiknya mengambil kesempatan mengambil ujian sektor perikanan korea.bahkan lebih parahnya lagi yang bersangkutan memberi pengarahan yang penting terbang,terserah nyampe sananya mau kabur atau bagaimana.

Memberi masukan dan nasehat boleh boleh saja,tapi harus dengan otak dan pikiran yang jernih.
apalagi Ridwan isa seakan sering merendahkan sektor perikanan tatkala berada dalam diskusi forum SPPI hingga ahirnya yang bersangkutan di hapus dr kesertaan anggota forum itu.

Dan pada hari ini Surat teguran dari DPP SPPI pusat sudah di kirim kedua kalinya kepada manajemen LPK YOBOSEYO JAKARTA,karena surat teguran pertama tidak di gubris oleh yang bersangkutan.

Berikut cuitan yang kembali di lontarkan oleh ridwan isa.

Viral di FB Korea.
Pro Kontra saat aku bikin status FB
80% Setuju 
20% Emosi mereka Tingkat dewa..

ASLI kalimat itu Hanya bentuk kepedulian tidak ada niat sedikitpun untuk membuat Orang tersakiti...
Hmm... Adanya kasus ini lebih berhati2 membuat status FB 
Cara TUHAN menegurKU agar bentuk kalimat harus selalu ELOK untuk dibaca...

HIKMAH dibalik ini
Permintaan pertemanan diFB meningkat dratis
INBOX banyak yg memberikan Support 
dan Deringan Telp tidak ada hentinya selama 1hari
Pembelaan diKomentar cukup SERU..
siswa2KU jaman dulu mulai berkata2 penuh pembelaan.

untuk Menentramkan 20% yg tidak setuju tidak ada salahnya ada Permintaan MAAF pada mereka dn penjelasan arti sesungguhnya ...
kesimpulan JIKA kita salah SEGERA LAH PERMOHONAN MAAF semua akan reda....
Saat aku pergi nanti sampaikan MAAFku buat mereka SahabatKU 
Sem Kwon Rosy terima kasih supportnya by W.A 



Sebut Kerja di Perikanan Hanya Akan Mendatangkan Kematian, Pimpinan LPK Yoboseyo Jakarta di Ultimatum Tki Korea

On 2/06/2018


Jejudo.  Tki korea sedang murka terutama Tki korea yang berprofesi sebagai pekerja di sektor perikanan.

Hal ini tak lepas dari cuitan status pimpinan LPK YOBOSEYE JAKARTA ridwan isa melalui salah satu akun facebooknya Ridwan Yoboseyo yang kalimat awalnya berbunyi " Pemilihan kerja di korea fishing hanya mengantar kematian bukan keuntungan,Jangan pernah minilih fishing ( laut ) sebagai langkah awal meraih impianmu "

Sontak ketika hal tersebut di ketahui pekerja lain di sektor yang sama yaitu perikanan mereka merasa geram dengan pernyataan yang di buat oleh saudara Ridwan Isa yang notabennya adalah direktur utama lembaga pelatihan bahasa korea yang cukup di kenal.

Ridwan isa berpendapat bekerja di korea dengan sektor perikanan sama saja dengan bunuh diri,karena setiap bulannya hampir ada yang meninggal  baik karena kecelakaan,sakit dan lainnya.
hal ini dia utarakan melihat di tahun 2018 sudah ada 4 orang yang meninggal yang hampir kesemuanya pekerja perikanan.

Akan tetapi Hal itu di bantah oleh Aziz selaku pekerja fishing dan koordinator wni di pulau jeju "Masalah Tki meninggal itu bukan hanya dari pekerja perikanan saja tapi dari pekerja pabrik pun banyak,kadang karena kerja full dan kurang istirahat masuk angin ahirnya terkena serangan jantung" ucapnya

Dan juga Kerja di sektor mana saja itu penuh dengan resiko semua, memang kerja di sektor perikanan korea lebih keras dan butuh mental dan fisik yang kuat,tapi masalah kematian tidak memandang kerja di pabrik maupun perikanan,itu semua sudah garisan tuhan.jangan berbicara melebihi kuasa tuhan" imbuhnya

Salah satu bentuk protes di layangkan oleh Bekti Surdiyanto pekerja fishing yang tergabung dalam Jeju Fishing Comunity yang langsung mengecam agar yang bersangkutan segera minta maaf secara terbuka kepada pekerja sektor fishing di seluruh korea.

Beberapa Tki Lainnya pun ingin yang bersangkutan memberikan klarifikasi,akan tetapi ketika di minta jawaban.akun facebook nya malah di blokir yang bersangkutan.

Pernah di forum diskusi perikanan Ridwan isa seakan merendahkan sektor perikanan dengan mengatakan bagaimana TKI perikanan tidak mati tidak punya pengalaman tidak punya ilmu tidak punya kekuatan milihnya laut dan ketika terjebur pasti mati.

padahal waktu itu kecelekaan terjadi pada pekerja perikanan dengan visa e10 yang notabennya adalah ABK / pelaut profesional yang sudah terlatih,dan yang namanya musibah siapapun tidak bisa menolaknya.

dan di forum tersebut banyak yang memberi peringatan supaya ridwean isa berhati hati dalam berucap dan menjaga kata katanya, dan ujung ujungnya yang bersangkutan menulis status di facebook  yang membuat murka seluruh pekerja perikanan di korea.

Dan ketika info ini mulai tersebar luas, facebook yang bersangkutan dua duanya tutup akun.kuat dugaan karena menghindari kemarahan  para pekerja sektor perikanan yang ada di korea.