Subscribe Here!

Islam Itu Indah

Islam Itu Indah

Raya

Waspada , ViturAgency di Duga Sering Menyelundupkan WNI Ke Jeju dengan Modus Visa Turis

On 12/05/2019


JEJUDO. Banyaknya WNI yang masuk ke jeju korea selatan untuk mencari pekerjaan dengan modus visa turis sungguh sangat di sayangkan banyak pihak.

Kebebasan masuk jeju tanpa menggunakan visa sudah di salah gunakan,seperti belakangan ini marak kembali WNI yang mencari pekerjaan dengan status pelancong yang datang ke jeju dengan mengelabuhi imigrasi dengan kelengkapan dokumen paspor,tiket pulang pergi dan bookingan hotel.

Ada beberapa orang yang datang secara mandiri banyak pula yang melalui perantara calo.

Seperti yang di alami, sebut saja Gemblung. Gemblung berasal dari daerah jawa timur datang ke jeju melalui beberapa calo.

Terduga pelaku


Yang mengantarkan nya datang ke jeju  yaitu seseorang yang berada di balik akun facebook Vituragency. Dia membayar sekitar 45 jutaan untuk bisa sampai ke jeju dan ahirnya mendapat pekerjaan di kebun.
Sebulan kadang hanya 18 hari kerja dengan bayaran 60 ribu won perhari di potong uang asrama 250 ribu won perbulannya.

Setelah admin teliti lebih dalam tentang calo yang memberangkatkan gemblung,dari profile facebook ternyata Vituragency bergerak di bidang biro jasa pembuatan visa turis.

Benar saja setelah admin teliti lebih dalam ternyata yang bersangkutan juga menyelundupkan WNI ke jeju dengan modus visa turis.hal ini bisa di lihat distatus facebooknya beberapa minggu lalu yang mengatakan dirinya sedang tugas negara di jeju.



Dan hari ini pula yang bersangkutan membuat status facebook bahwa orang yang di bawanya ke jeju sudah lolos ke daerah yeosu arah busan.tidak tahu kenapa bisa lolos seperti itu. Ada kemungkinan sekongkol dengan kapal nelayan.

Perlu di ketahui nasib WNI yang sudah terlanjur datang ke jeju dengan visa turis tidak seenak yang di bayangkan. Banyak di antara mereka yang hanya bertahan hingga terkumpul uang untuk membeli tiket pulang.

Adapula yang tetap bertahan karena ingin mengumpulkan modal yang telah di keluarkan walau dengan keterpaksaan.
Dikarenakan di jeju jarang ada perusahaan yang menerima pekerja ilegal.



Admin menyarankan hati hati jikalau ada yang menawarkan kerja secara ilegal ke korea apalagi ke jeju.
Mending uangnya di buat usaha di indonesia.

Sepanjang 2019, Puluhan WNI Berbondong Mencari Suaka Ke Jeju Korea Selatan

On 12/04/2019


Korea Selatan. Sepanjang tahun 2019 Kantor imigrasi jeju menerima pengajuan permohonan visa suaka warga negara indonesia yang datang ke pulau jeju do yang berada di semenanjung laut korea.

Ada beberapa yang di setujui dan ada yang di tolak, pengajuan pun bermacam macam alasan. Info yang di dapat dari sumber terpercaya ada beberapa WNI yang mengajukan Visa Suaka dengan Alasan LGBT.

Tapi ternyata alasan itu hanya akal akalan mereka saja, tujuan utama mereka adalah untuk mencari pekerjaan di korea selatan. Sedangkan visa suaka atau di sebut juga dengan visa G1 seyogyanya tidak diperbolehkan untuk bekerja.

Mereka membayar kisaran 45-80 juta supaya bisa sampai ke korea yang ahirnya di tempatkan di pulau jeju.

Penulis pernah menggali informasi dari mereka ketika mereka singgah di salah satu tempat ibadah dan numpang tinggal karena belum punya pekerjaan, Mereka rata rata di janjikan bekerja di perkebunan.

Waspada , ViturAgency di Duga Sering Menyelundupkan WNI Ke Jeju dengan Modus Visa Turis

Sedangkan dalam kenyataannya rata rata ketika mereka sampai ke jeju ( korea.red ) calo yang membawa mereka lepas tangan begitu saja sehingga mereka harus mencari pekerjaan sendiri.

Dikarenakan jeju sangat sulit untuk pekerja ilegal maupun dengan visa suaka, tak jarang beberapa dari mereka hanya bertahan sebentar sebelum ahirnya memilih pulang kembali ke indonesia.

Perlu di ketahui di jeju jarang ada pabrik yang menerima pekerja ilegal .

Bulan kemarin penulis masih menjumpai WNI dengan visa suaka yang belum lama tiba di jeju, dan antara calo dengan mereka sudah ada kesepakatan dan mereka seyogyanya mengerti akan di pekerjakan secara ilegal.

Sekitar dua minggu yang lalu penulis juga sempat menemukan WNI dengan kasus serupa akan tetapi dia tidak diuruskan visa suaka, sehingga dia sekarang menjadi ilegal.

Dan banyak temannya yang tidak lolos di imigrasi bandara jeju ahirnya dipulangkan lagi ke indonesia, dan bagi yang di deportasi para calo menjanjikan akan di berangkatkan dengan tujuan negara lainnya.

Masalah pekerjaanpun mereka kadang kerja kadang tidak. Ada yang dapat bayaran 60 ribu won per hari  belum di potong bayar asrama dan makan. Yang jumlahnya lumayan mencekik.

Penulis sudah pernah memberitahu pihak KBRI seoul maupun pengaduan ke kemenlu melalui call center office supaya pihak pemerintah korea tidak sembarangan memberi visa suaka kepada WNI yang datang ke jeju.

Karena kasihan yang sudah terlanjur kesini dan tidak mendapat pekerjaan ahirnya terlunta lunta.Sejatinya  Mereka itu tidak tertipu karena mereka sudah tau akan di tempatkan secara ilegal.

Sebenarnya kasus seperti ini sudah pernah di ungkap tahun 2016 yang lalu,beberapa pelaku di tangkap baik dari warga negara korea maupun warga negara indonesia yang terlibat masalah ini.akan tetapi berulang karena banyak yang ingi kerja kekorea dengan jalan yang instan tanpa melalui mekanisme yang benar.


Ekonomi Korea Melemah, Pengusaha Sektor Perikanan Banyak yang Terpuruk

On 12/03/2019


Jejudo. Tingginya kenaikan upah yang di putuskan pemerintah korea selatan tidak serta merta membawa dampak positif bagi dunia usaha yang berjalan di negeri ginseng tersebut.

Banyak perusahaan yang merasa terbebani dengan kenaikan upah tersebut, tak jarang banyak perusahaan yang mengurangi jam kerja ada pula yang melakukan PHK terhadap sebagian pegawainya dan tak jarang pula ada beberapa perusahaan yang menutup kegiatan usahanya ( bangkrut ).

Hal tersebut tidak hanya terjadi di sektor industri manufaktur, tapi juga terjadi di sektor perikanan.salah satunya yang menimpa sebut saja Anggi dan yanto salah satu TKI yang bekerja di budidaya perikanan.

Anggi dan beberapa rekannya terpaksa di PHK dan harus mencari pekerjaan di perusahaan lain di karenakan perusahaannya bangkrut, yang mana sebelumnya gajinya sempat nunggak sekitar 4 bulan belum terbayarkan.

Sedangkan di perusahaan tempat yanto bekerja,yanto dan teman temannya di haruskan cuti satu bulan ( bergantian )
Tanpa di gaji.hal ini di duga sebagai penghematan beban pengeluaran perusahaan.

Banyak juga mengalami bonus di hapuskan,sedangkan perusahaan di bolehkan memotong uang asrama dan uang makan.

Pengusaha sektor perikanan budidaya tahun ini seakan menjerit di karenakan harga ikan yang teramat anjlok di tambah lagi ekspor ke jepang yang kian menurun di karenakan embargo boikot memboikot produk antara jepang dan korea.

Banyak TKI sektor perikanan yang hilir mudik mencari lowongan pekerjaan antara daerah jeju,teongyeong,pohang,wando  dan wilayah lainnya.

Rata rata mereka mencari sektor budidaya perikanan di darat,karena tidak sedikit mereka pernah bekerja di kapal penangkapan ikan dan merasa tidak kuat mental dan fisik sehingga memutuskan untuk pindah dengan melalui prosedur yang semestinya.

Hingga tulisan ini di muat masih banyak hilir mudik TKI yang mencari lowongan pekerjaan, mencari diantara DEPNAKER korea  di wilayah yang mereka inginkan.

Dari wilayah teongyeong migrasi ke jeju begitupula sebaliknya dari jeju mencari pekerjaan ke teongyong  dan wilayah lainnya.

Hampir Setiap Minggu Pagi, Alun Alun Haurgeulis di Penuhi Sampah

On 11/23/2019


Indramayu, Siapa yang tak mengenal nama Haurgeulis,salah satu kecamatan yang ada di barat daerah Kabupaten Indramayu atau banyak yang menyebutnya sebagai kotanya indramayu Barat.

Di setiap akhir pekan Alun- alun yang persis berada di depan kantor kecamatan haurgeulis di manfaatkan masyarakat sekitar mulai dari nongkrong biasa,nyari hiburan atau berkumpul dengan anggota komunitas lainnya.

Di karenakan tempat yang berada di tengah kota penuh dengan keramaian, kadang kala parkiran pengendara motor yg berjejer di sepanjang alun alun mengganggu pengguna jalan lainnya.

Dengan ramainya Alun alun di manfaatkan beberapa pedagang untuk mengais rezeki dengan ikut berdagang di sekeliling alun alun.

Akan tetapi masalah yang sering timbul adalah berserakannya sampah setiap masyarakat membubarkan diri dari titik kumpulnya di Alun Alun.

Menurut pantauan,Hampir setiap minggu pagi Alun Alun haurgeulis di penuhi lautan sampah, di karenakan masyarakat yang kurang sadar akan kebersihan, atau mungkin juga tempat sampah yang kurang memadai.

Otomatis hal ini menjadi keluhan warga sekitar, karena sampah yang berserakan di mana mana kadang sampai masuk ke got.

Seperti yang di ungkap Deden Wahyuniman, kalau sekiranya malam minggu hanya menghasilkan sampah yg banyak mending di tutup saja alun alunnya,karena kesadaran masyarakat masih kurang,ungkapnya di sertai capture hasil jepretan Fadlli Farobbi.

Meski begitu tidak sedikit yang berkilah sudah membayar uang kebersihan sehingga sudah ada petugasnya sendiri yang nantinya membersihkan.

Lantas apakah hal seperti ini akan terus berlanjut ?.?

Jangan di Tiru, Seorang WNI Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Warga Negara Korea di Incheon Airport.

On 11/21/2019



Incheon,Kepolisian korea menangkap seorang lelaki berkewarganegaraan Indonesia berusia sekitar 20 tahunan yang mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap seorang penjaga toko duty free di toilet bandara sebelum keberangkatan.

Incheon Airport Police Corp mengumumkan pada tanggal 21 November 2019 bahwa mereka telah mengajukan permohonan untuk penangkapan Mr A, 23, berkebangsaan Indonesia, atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Khusus tentang Hukuman Kejahatan Kekerasan Seksual.

Mr A dituduh mencoba melakukan pelecehan seksual di kamar kecil Terminal 1 Bandara Incheon sekitar jam 8 malam sehari sebelumnya.

Dia menyelinap ke kamar kecil wanita di lantai tiga terminal 1 dan menemukan penjaga toko duty free B dan mencoba melakukan pelecehan seksual.

A berusaha untuk menyerang dan mengancam mulut B dan melarikan diri ketika B memberontak. Pekerja kebersihan menemukannya dan menangkap A yg melarikan diri dan melaporkannya ke polisi.

Seharusnya Mr.A sore ini harus bertolak ke jakarta dengan menaiki pesawat penumpang dari bandara internasional incheon setelah transit dari busan.

Saat di interogasi tersangka sempat mengaku Mabuk,akan tetapi setelah di periksa pihak terkait ternyata tidak dalam keadaan mabuk.

Polisi mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Mr.A dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Khusus tentang Hukuman Kejahatan Kekerasan Seksual.

Hingga berita ini di turunkan banyak media cetak,televisi maupun elektronik memberitakan hal tersebut.Banyak WNI lainnya di korea hawatir citra nama indonesia menjadi jelek di mata orang korea  karena kasus ini.


Sumber :https://n.news.naver.com/article/003/0009568859?lfrom=facebook

Joss,, Antrian Paspor di Kbri Seoul Membludak Hingga Ke jalan Raya

On 5/19/2018



 Seoul -  Hari libur seyogyanya di pakai untuk beristirahat setelah sepekan melakukan aktivitas pekerjaan.apalagi sebagai Tenaga kerja yang mengais penghasilan di luar negeri yang mana waktu habis termakan oleh pekerjaan.

Tapi hal ini tidak berlaku untuk beberapa warga indonesia yang menetap di korea selatan,mereka memanfaatkan waktu libur mereka untuk melakukan perpanjangan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di Seoul korea selatan,karena kadang mereka tak punya waktu libur untuk mengurus paspor,terlebih di beberapa wilayah korea selatan yang jauh dari jangkauan KBRI Seoul.seperti halnya WNI Pulau jeju  yang harus menaiki pesawat terbang untuk bisa menuju ke kedutaan.

Untungnya teman teman dari jeju mengajukan paspor pada minggu kemarin tidak seramai hari ini,setidaknya 16 WNI dari jeju berpetualang ke Seoul demi memperpanjang paspor yang masa berlakunya akan segera habis


Seperti di ketahui bahwasanya KBRI Seoul melayani perpanjangan paspor dan kekonsuleran  setiap Hari senin sampai dengan hari jum├ít,dan dalam satu bulan melayani satu kali pada hari minggu.dengan tujuan membantu WNI yang tinggal di korea yang tidak punya waktu libur atau pada hari kerja tidak bisa datang ke KBRI.



Bulan mei ini yang menurut rencana KBRI membuka layanan hari minggu pada tanggal 13  di undur menjadi tanggal 20, tak ayal ketika pintu gerbang di buka puluhan WNI langsung berebut masuk mengambil nomor antrian.salah seorang TKI asal indramayu Erna kebagian nomor antrian 11  saat jam menunjukan ke angka 07.12 WKS.

Pada hari biasa KBRI seoul melayani perpanjangan paspor dengan rata rata 200 antrian,sedangkan pada pelayanan hari minggu jumlahnya bisa meningkat dua kali lipat.


Salah seorang warganet lain mengabadikan peristiwa ini  dalam live streaming facebook yang bisa di lihat di bawah ini, di mana situasi di pintu samping KBRI seoul terdapat WNI yang sedang mengantri perpanjangan paspor  hingga membeludak ke jalan raya.




Di perkiraakan proses perekaman data dan antrian akan selesai hingga malam hari.

sing sabar ya gaesss,, ini ujian