LIKE FANSPAGE

Islam Itu Indah

Islam Itu Indah

Raya

Darurat Corona, Masjid Shirotol Mustaqim Ansan di Tutup Total

On 2/26/2020


Korea selatan . Jumlah pasien terjangkit Virus Corona di korea selatan semakin bertambah drastis setiap harinya. Rabu 26 februari ini tercatat 1261 orang pasien positiv terjangkit virus Covid 19 tersebut.

Hal ini membuat pemerintah korea bergerak cepat Untuk mencegah semakin Luasnya paparan virus tersebut,Salah satunya dengan membatasi kegiatan masyarakat yg mengumpulkan banyak orang.

Hal ini tentunya ikut berpengaruh terhadap kegiatan keagamaan yg sering membuat kajian secara berjamaah.terutama bagi umat islam yg sering melakukan solat berjamaah di masjid.

Salah satu masjid di korea selatan yang berlokasi di Ansan melalui Komite Masjid Sirotol Mustaqim Ansan dan Himpunan Anak Muda Masjid ( HAMMAS )Ahirnya memutuskan Untuk menutup masjid secara total Hingga batas waktu Yang belum di tentukan, sehingga sholat jamaah maupun sholat jum’at dan kajian ahir pekan sementara di tiadakan di masjid Yang sebagian besar kepengurusannya di pegang oleh Warga negara Indonesia tersebut.

Hal ini di lakukan setelah menimbang adanya edaran resmi dari Korean Muslim Federation dan pemerintahan setempat.sekaligus Demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama terkait mewabahnya Virus Corona.

Di tutupnya masjid untuk sementara bukan sebuah penghalang Untuk senantiasa dzikir dan beribadah kepada Allah SWT.
Semoga Allah  melindungi kita dari marabahaya penyakit Corona.
Aaamiiin.


Korsel Darurat Virus Corona ,Tki Asal Indramayu Berharap Bantuan Masker Dari Pemda Indramayu.

On 2/23/2020

korea selatan. Pemerintah Korea selatan Memasuki status Virus Corona yang menyerang negara tersebut dai level waspada menjadi Level Darurat. di karenakan menyebarnya virus sangat masif dan segnifikan. Dalam satu hari tercatat kenaikan pasien positif Corona 100-200 orang  lebih .

Per detik ini tercatat Pasien yang terserang virus Corona di korea Selatan Tercatat 794 orang dengan angka kematian 7 orang.

Hal ini sungguh sangat menghawitirkan bukan hanya bagi warga negara Korea tapi juga Warga negara Asing yang tinggal di korea termasuk warga negara indonesia.

Kasus Ini menggoyang Perekonomian Negara korea, Dikarenakan banyak toko,restauran tutup dan aktifitas warga di batasi, di karenakan untuk sementara di larang berkumpul di tempat tempat ramai.

Untuk pencegahan wabah Virus Corona Warga di himbau salah satunya adalah untuk mengenakan masker. Al hasil stok masker di beberapa toko dan Apotek Sekarang menjadi langka dan sudah mulai susah di dapat.terutama di daerah yang paling parah terkena wabah tersebut anatara Lain Daegu,Gyeongbuk dan sekitarnya.

Di daerah kepulauan jeju juga mengalami hal yang sama yaitu kelangkaan Masker di beberapa Apotek dan toko lainnya, Daerah jeju sendiri terdapat 2 orang yang di diagnosa terkena Virus Corona.

Kelangkaan masker tentu saja membuat khawatir beberapa WNI yang bekerja di Negara tersebut,Salah satunya Tika WNI asal Indramayu yang juga bekerja di korea selatan, Dia menuturkan kesulitan untuk mencari masker di daerah sekitar tempat tinggal nya .dan situasi di wilayahnya sungguh sangat mencekam bagai kota mati. jarang orang berlalu lalang karena takut tertular virus tersebut.

Tikaa berharap kepada Pemda Indramayu supaya bisa membantu mengirimkan masker guna membantu Warga Indramayu Yang Wilayah kerjanya Terdampak Virus Corona.

Korea selatan sekarang menempati urutan ke dua pasien terbanyak Virus Corona setelah cina, urutan ke tiga di susul  Kapal Pesiar Jepang kemudian Italia .

Korban Terinfeksi Virus Corona di Korea Selatan Menjadi 346 Orang.WNI yang Bekerja di Korea di Himbau Hati Hati dan Waspada.

On 2/21/2020



Korea Selatan melaporkan 142 kasus baru virus corona baru pada hari Sabtu, lonjakan terbesar dalam satu hari, sehingga jumlah total infeksi di negara itu menjadi 346.

 
Jumlah infeksi COVID-19 di sini telah melonjak dalam beberapa hari terakhir, dengan sebagian besar infeksi baru dilacak ke rumah sakit di daerah tenggara Cheongdo dan sekte Kristen kecil di kota tenggara Daegu.


 
Dari 142 kasus baru, 92 terkait dengan Rumah Sakit Daenam di Cheongdo, tempat kematian pertama Korea Selatan terjadi, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).



Petugas medis memindahkan seorang pasien koronavirus yang dicurigai dari Rumah Sakit Daenam di Cheongdo, 320 kilometer tenggara Seoul, ke rumah sakit lain pada 21 Februari 2020. Dari sekitar 600 pasien dan staf medis di rumah sakit, 16 orang dinyatakan positif COVID-19, otoritas kesehatan kata.  (Yonhap)
Petugas medis memindahkan seorang pasien koronavirus yang dicurigai dari Rumah Sakit Daenam di Cheongdo, 320 kilometer tenggara Seoul, ke rumah sakit lain pada 21 Februari 2020. Dari sekitar 600 pasien dan staf medis di rumah sakit, 16 orang dinyatakan positif COVID-19, otoritas kesehatan kata.(Yonhap)
Seorang pria berusia 63 tahun, yang meninggal karena pneumonia di rumah sakit pada hari Rabu, dinyatakan positif mengidap virus tersebut.Pada hari Jumat, pasien lain di Rumah Sakit Daenam meninggal karena COVID-19, kematian kedua akibat virus di sini.

 
Badan kesehatan masyarakat itu mengatakan 38 kasus baru terkait dengan sekte Kristen minor yang dikenal sebagai Sincheonji di Daegu, sekitar 300 kilometer tenggara Seoul, dan provinsi tetangga, Gyeongsang Utara.Lebih dari 100 pasien virus telah dilacak ke layanan gereja.


 Daegu, di mana 2,5 juta penduduk telah diminta untuk tinggal di dalam ruangan, dan tetangga Cheongdo ditetapkan sebagai "zona manajemen khusus" pada hari Jumat.

 Ibukota negara itu, Seoul, melarang demonstrasi di pusat kota.Otoritas kesehatan berjanji untuk melakukan lebih banyak upaya penahanan karena penyakit yang berpotensi fatal menyebar cepat ke seluruh negeri.

 
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Park Neung-hoo mengatakan Jumat bahwa otoritas kesehatan akan mengizinkan rumah sakit untuk memisahkan pasien pernapasan dari yang lain dalam upaya untuk mencegah penularan dari manusia ke manusia di rumah sakit.


 
Otoritas kesehatan juga akan memeriksa semua pasien pneumonia di rumah sakit Daegu, kata Park.Tetap saja, pihak berwenang telah menjaga peringatan virus di level tertinggi ketiga, atau "oranye,", tetapi respons virus akan dilakukan dengan urgensi yang sesuai dengan tingkat "merah".


 
Sebagai tanda bahwa virus tersebut dapat menyebar secara luas ke seluruh negeri, provinsi lain, termasuk Jeju, Chungcheong dan Jeolla Utara, melaporkan kasus.


 Provinsi Gyeonggi juga melaporkan lebih banyak kasus baru.Dua kasus virus baru dilaporkan untuk pertama kalinya di Busan, kota terbesar kedua di negara itu dengan populasi 3,4 juta.

 Kota itu dianggap relatif bebas dari wabah virus sejak negara itu melaporkan kasus pertama COVID-19 pada 20 Januari.
entropy@yna.co.kr

Per Hari ini 204 orang Di Korea Selatan Dinyatakan Positif Terserang Virus Corona

On 2/21/2020


Daegu. Hari Ini Jumat (21/02/20) pukul 16.00 waktu Korea, Korea Selatan kembali mengonfirmasi tambahan 48 kasus positif COVID-19. Jumlah pasien yang dikonfirmasi pada hari ini saja mencapai 100 orang, sehingga jumlah pasien di seluruh penjuru Korea Selatan mencapai 204 orang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) melaporkan hingga pukul 16.00 waktu Korea, ada tambahan 48 orang pasien yang positif COVID-19 sehingga total pasien di Korea Selatan menjadi 204 orang.

Empat puluh dua di antaranya berasal dari kota Daegu, dan semuanya berkaitan dengan Gereja Yesus Shincheonji. Sementara itu dua lainnya dikonfirmasi di Seoul, dua orang di Gyeongsang Selatan, satu orang di Gyeonggi dan satu orang di Gwangju.

Berdasarkan data yang dilaporkan pada pagi dan sore hari ini, ada 83 orang yang dilaporkan di kota Daegu dan sekitar provinsi Gyeongsang Utara. Sementara Seoul melaporkan 5 kasus, Gyeongsang Selatan 4 kasus, 2 kasus masing-masing di Gyeonggi dan Gwangju, dan masing-masing satu kasus di Chungcheong Utara, Chungcheong Selatan, Jeolla Utara dan Pulau Jejudo.

Bebas Visa Jeju di Cabut Sementara Untuk Mencegah Menyebarnya Virus Corona

On 2/04/2020


Korea selatan. Pemerintahan Daerah Khusus Provinsi Jeju  mengatakan bahwa turis asing dengan visa yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri diizinkan untuk memasuki Jeju, sementara masuknya wisatawan asing tanpa visa ( memanfaatkan bebas visa )ditangguhkan mulai hari ini (4).tidak bisa masuk ke Jeju.

 Sebelumnya, Departemen Kehakiman mengumumkan 'Penunjukan Penunjukan Nasional untuk Imigrasi Non-Visa dan Negara-Negara Imigrasi Non-Visa di Provinsi Pemerintahan Sendiri Khusus Jeju' pada tanggal 3.

 Hal ini disebabkan penerimaan pemerintah atas permintaan penangguhan izin masuk bebas visa ke Pulau Jeju.

 Hukum Khusus Jeju saat ini menyatakan bahwa orang asing yang memasuki negara untuk Berwisata atau transit dapat memasuki negara itu tanpa visa kecuali bagi warga negara yang diberitahukan oleh Menteri Kehakiman.

 Sementara itu, 62 negara memenuhi syarat untuk mendapat manfaat bebas visa berdasarkan Undang-Undang Khusus Jeju, kecuali untuk 112 negara yang diizinkan memasuki Korea berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Imigrasi dan 24 negara di mana tidak ada visa yang diberikan oleh Menteri Kehakiman.

 Namun, karena perlunya langkah-langkah kuat untuk memblokir masuknya virus corona baru muncul, warga negara dari 62 negara yang menerima manfaat bebas visa sementara Kementerian Kehakiman menunda masuk ke Pulau Jeju di bawah kasus khusus Hukum Khusus Jeju harus mendapatkan visa.  Entri diizinkan.

 Seorang pejabat Pulau Jeju mengatakan, "Tindakan Departemen Kehakiman ini adalah cara untuk memblokir masuknya virus corona baru ke negara itu dengan memperkuat prosedur masuk, seperti memperkuat penyaringan penerbitan visa baru."  Tertekan.

 "Kami akan memperkuat karantina kami di bandara dan pelabuhan di masa depan, mempertahankan daerah bersih Jeju, dan melakukan upaya untuk menarik wisatawan Korea.

Admin mencoba konfirmasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di Seoul,Melalui atase imigrasi apakah pencabutan bebas Visa tersebut berlaku untuk Indonesia.dikarenakan banyak wisatawan Indonesia yang ingin berlibur ke jeju.

Dan ternyata memang benar pencabutan bebas visa jeju berlaku untuk semua negara sesuai nota diplomatik korea ke semua Kedutaan Negara Negara lainnya.

Lagi Nanjangi Pari,Motore di Colong.puas ladas ketangkep

On 1/30/2020


Indramayu. Polsek Widasari pada hari Rabu tgl 29 Januari 2020 sekira pkl. 09.00 Wib berhasil menangkap pelaku Curanmor Jenis Honda Supra X 125 Warna Merah Nomor Polisi E 2083 RZ di Jalan Pertamina Blok Sasak Kuning Desa Ujungjaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indamayu.

Penangkapan  dipimpin langsung oleh Kapolsek Widasari AKP Joni, SH bersama Unit Opsnal Polsek Widasari berhasil mengamankan 2 pelaku Curanmor masing-masing  berinisial Ai alias Peking (20) Desa Tawangsari, dan Sar (34 ) Desa Cidempet, Kecamatan Arahan.

Penangkapan diawali dengan adanya informasi dari masyarakat bahwa adanya Curanmor di Jalan Pertamina Blok Sasak Kuning Desa Ujungjaya. Menerima laporan tersebut Kapolsek bersama Tim Opsnal langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara. Menurut keterangan korban sekaligus Satorih ( 56) awal mula kejadian sekira jam 07.30 Wib korban berangkat dari rumah dengan tujuan sulam padi (Nanjangi) dan sesampainya di areal persawahan korban memarkirkan sepeda motor  miliknya mengunci dengan gembok di bawah pohon jati setelah itu korban langsung menuju kesawah yg jaraknya 50 meter, dan pada saat korban istirahat  mendengar suara sepeda motor jalan dan bunyi "guprak", korban yang melihat sepeda motor miliknya sudah tidak ada, Korban berusaha mengejar sambil teriak " maling..maling motor". Dan di jalan arah Kesesih sdr. Samlawi melihat pelaku yang membawa sepeda motor korban, kemudian sdr samlawi langsung memberhentikan pelaku, dengan melempar batu ke arah pelaku sehingga mengenai sepeda motor milik korban yang sudah di bawa pelaku hingga terjatuh, kemudian kedua pelaku dikejar oleh masyarakat yang lari ke arah sawah. Dan sekira jam 10.30 wib salah satu pelaku yang bernama Inisial Ai alias peking berhasil diamankan masa, setelah keluar dari sungai,  pelaku inisial Ai diamankan oleh anggota polsek widasari dan pelaku tersebut dibawa ke Rs Mitra Indramayu.

Dan sekira jam 14.23 Wib pelaku Inisial Sar keluar dari sungai yang kemudian langsung diamankan dan dibawa oleh anggota polsek widasari  ke polres Indramayu. Sekira jam 17.45 Wib Pelaku Inisial Ai meninggal dunia di RS.Mitra Indramayu.

Hasil dari penangkapan  terhadap 2 orang pelaku polsek Widasari telah mengamankan Barang Bukti Gembok dalam keadaan rusak, 1 ( Satu ) Unit Sepeda motor Yamaha Vino, warna merah, Nopol E-3485-PAP bersama kunci kontak dan STNKnya dan 1 (Satu) Unit Sepeda motor honda supra 125, warna merah, nopol : E-2083-RZ.

Kapolsek Widasari AKP joni, SH, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Widasari sedangkan Sar dibawa ke Polres Indramayu guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya.

Data dan Dokumentasi Polsek Widasari