Subscribe Here!

Islam Itu Indah

Islam Itu Indah

Raya

Ternyata " Kang Kampeng" Penyebab Terjadinya Perang Antar Desa di Indramayu

On 1/11/2017


Indramayu. Disaat masih simpang siurnya Penyebab kemarahan warga desa parean yang menyerang dan menghancurkan rumah di desa curug blok bojong,muncul informasi di akun media sosial FACEBOOK  atas nama akun ANI  mengcopy dari sumber aslinya yang  mengaku sebagai orang parean asli.


 Dimana yang bersangkutan menceritakan awal mula kejadian sebelum peristiwa mengerikan itu Terjadi.Hari sabtu Kejadian korban 15tahun (asli parean Kandanghaur) baru lulus SMP boncengan berdua dengan teman nya JJS (Jalan Jalan sore) rencana ke Jembatan Kali perawan (perbatasan Kec. Kandanghaur - Kec. Bongas) 


Di tengah jalan Bojong (Kandanghaur) motor korban diberhentikan remaja bojong diminta uang namun korban yang notebene masih dibawa umur langsung tanjab gas dan jatuh terus dikroyok dengan Kayu (DOLKEN jare wong dermayu) korban langsung dilarikan ke RS. POLRI BHAYANGKARA LOSARANG dengan keadaan Kritis koma di ruangan ICU dan mungkin Allah teramat sayang pada korban tepat hari ini korban menghembuskan nafas terakhir. Korban adalah anak bungsu dan masih sangan belia yang tidak tau menau.


Usut punya usut tersangka (remaja bojong Kandanghaur) ada yang menulis status di jejaring sosial (Facebook) "ndi jagoane bocah parean jare hebat hebat nyatae keyok"Ini yang akhirnya membuat seluruh warga desa Parean (penduduk paling banyak di kec. Kandanghaur) akhirnya geram.
Pernyataan serupa di tulis oleh akun Teguh Rahardhika yang notabennya masih tetangga korban dr pihak parean,berikut penjelasan yang dia jabarkan
(KRONOLOGI KEJADIAN PAREAN VS BOJONG YANG SEBENARNYA)


Bismillah, baiklah sekarang saya sampaikan kronologi yang sebenarnya pemicu terjadinya bentrok warga Parean vs Bojong. Saya dapatkan cerita ini karena saya warga (tetangga) dari korban yang bernama Ato yang tinggal di Gang Masjid Darussalam Desa Ilir, saya tinggal disitu. Dan saya dapatkan kronologi yang sebenarnya oleh rekan korban yang selamat.


1. Korban dan teman--temannya berniat jalan-jalan ke Kali Perawan (Batas Curug dan Bojong), disana ada oknum anak muda Bojong yang meminta uang secara paksa kepada korban dan teman-temannya, karena ga ada uang korban dan teman-temannya pergi namun ditanya sama pelaku "Ira bocah endi?" Jawab Korban "Bocah Parean" setelah mendengar Korban anak Parean langsung dipukuli sehingga korban dan teman-teman lainnya bersimpuh darah.


2. Pelaku yang notabene anak dari juragan paling kaya di Bojong melapor ke Polsek Gabus Wetan atau Bongas saya lupa, dengan alibi bahwa ada anak Parean yang mengalami kecelakaan tunggal, padahal itu HOAX !! Justru korban dipukuli oleh pelaku untuk menutupi kejadian. Media justru bilang kesalahpahaman, dan kecelakaan tunggal. Itu Salah !


3. Korban meninggal hari senin setelah dirawat di RS Bhayangkara, keluarga dan kerabat melapor ke Polsek Kandanghaur bahwa korban dipukuli oleh oknum anak muda Bojong, namun Polsek Kandanghaur kaget karena ada laporan yang sama di Polsek lain dengan kejadian "Kecelakaan Tunggal".


4. Warga Parean geram, bukannya pelaku ditaqngkap justru mendapati Sosmed di FB dengan nada provokasi, Pemilik Akun KANG KAMPENG menantang warga Parean, Kuwu Ilir, Bulak dan Peran Girang, sehingga memicu penyerangan ke Bojong.


5. Setelah pemakaman Almarhum Ato, seluruh Warga Parean yang geram berniat memberikan pelajaran dan menangkap pelaku, Sampai di Gang Bongas, warga Parean dihadang blokade Polisi, namun jumlah sedikit sehingga warga Parean bisa masuk ke Gang Bongas menuju Bojong dengan kesepakatan "Tidak membakar, tidak merusak rumah warga selain warga Bojong".


6. Dengar kabar bahwa pelaku dan keluarga kabur ke Batam setelah kejadian, dan jika dalam waktu 2 hari setelah peringatan Warga Parean ke Bojong pelaku tidak ditangkap, maka akan berencana untuk melakukan hal yang lebih besar dari ini semua.


Demikian info yang sebenarnya yang saya tulis, jika kalian tidak percaya maka tanyakan sama tetangga korban dan teman korban, saya dapat info ini setelah ngobrol bersama tetangga dimana korban tinggal. Jika saja pelaku menyerahkan diri dan tidak ada provokasi melecehkan warga Parean, maka kejadian ini tidak akan terjadi. SEKALI LAGI, TIDAK AKAN ADA ASAP JIKA TIDAK ADA API.


Tapi walau bagaimana pun kekerasan apalagi pengerusakan itu merugikan orang banyak yang tidak tau dan tidak salah apa apa.berfikir dulu sebelum bertindak.
Damailah Indramayuku

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »