Subscribe Here!

Islam Itu Indah

Islam Itu Indah

Raya

Busyetttt. Di Cirebon Banyak Balita Dimasukan Ke Teko

On 2/13/2017


AW-Cirebon  . Siapapun pasti tau akan  kota cirebon kota dengan julukan kota UDANG dan punya sebutan lain yaitu sebagai kota wali yang Konon sebutan itu tak lepas dari aktifitas para aulia penyebar agama Islam sekira abad 13-an di kota tersebut yang kemudian mashur disebut “Wali Songo”. 

Salah satu tokoh berpengaruh adalah Syarif Hidayattullah atau Sunan Gunung Jati. Makam beliau terdapat di Cirebon dan hingga kini banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.Kiprah beliau sebagai penyebar agama Islam di Tanah Jawa, khususnya di Cirebon, meninggalkan banyak jejak dan dapat dijadikan sebagai bukti sejarah masa lalu

Selain terkenal  akan makanan khasnya, baik dari nasi jamblang,empol gentong maupun tahu gejrot Cirebon memiliki destinasi wisata batik di Desa Trusmi yang tidak kalah menarik dengan Yogyakarta, Solo atau Pekalongan. Dari destinasi yang sayup terdengar, Trusmi kini semakin terkenal.

Tapi tahukah anda semua, ada yang lebih terkenal bahkan cukup populer tentang cirebon .?Yaitu bahasanya, sesuai dengan asal usul kata cirebon yang berasal dari kata Caruban yang berarti campuran ada jawa,sunda,padang dan banyak suku dan bahasa lainnya ada di kota cirebon.

Tapi ada satu bahasa yang cukup unik di cirebon,lengkapnya penggunaan bahasa ini terdapat di Kecamatan PLERED,bahasa ini dikenal dengan dialek plered.Ciri umum dari penggunaan dialek Plered ini adalah menggunakan huruf “o” yang memang terbilang cukup kental,

misalkan pada Bahasa Cirebon standar menggunakan kata "Sira", dialek Kabupaten Cirebon bagian Barat ini menggunakan kata "Siro" untuk mengartikan "Kamu", kata "Apa" menjadi "Apo" dan Jendela menjadi "Jendelo". "jadi misalkan ada apa menjadi ano apo,tidak ada uang menjadi LANGKO DUIT ,Dan misalkan kita ingin mengatakan bahwa anak saya masuk teka menjadi ANAK KITA MANJING NING TEKO.

Masyarakat yang menggunakan dialek ini, lebih cenderung menyebut dirinya sebagai “Wong Cirebon” bukan “Tiang Grage” yang kerap digunakan oleh masayarakat Cirebon yang menggunakan dialek bahasa asli Cirebon.


kalau makan kentang apa iya jadi mangan kentong?
hehehehehe


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »