Subscribe Here!

Islam Itu Indah

Islam Itu Indah

Raya

Sepanjang 2019, Puluhan WNI Berbondong Mencari Suaka Ke Jeju Korea Selatan

On 12/04/2019


Korea Selatan. Sepanjang tahun 2019 Kantor imigrasi jeju menerima pengajuan permohonan visa suaka warga negara indonesia yang datang ke pulau jeju do yang berada di semenanjung laut korea.

Ada beberapa yang di setujui dan ada yang di tolak, pengajuan pun bermacam macam alasan. Info yang di dapat dari sumber terpercaya ada beberapa WNI yang mengajukan Visa Suaka dengan Alasan LGBT.

Tapi ternyata alasan itu hanya akal akalan mereka saja, tujuan utama mereka adalah untuk mencari pekerjaan di korea selatan. Sedangkan visa suaka atau di sebut juga dengan visa G1 seyogyanya tidak diperbolehkan untuk bekerja.

Mereka membayar kisaran 45-80 juta supaya bisa sampai ke korea yang ahirnya di tempatkan di pulau jeju.

Penulis pernah menggali informasi dari mereka ketika mereka singgah di salah satu tempat ibadah dan numpang tinggal karena belum punya pekerjaan, Mereka rata rata di janjikan bekerja di perkebunan.

Waspada , ViturAgency di Duga Sering Menyelundupkan WNI Ke Jeju dengan Modus Visa Turis

Sedangkan dalam kenyataannya rata rata ketika mereka sampai ke jeju ( korea.red ) calo yang membawa mereka lepas tangan begitu saja sehingga mereka harus mencari pekerjaan sendiri.

Dikarenakan jeju sangat sulit untuk pekerja ilegal maupun dengan visa suaka, tak jarang beberapa dari mereka hanya bertahan sebentar sebelum ahirnya memilih pulang kembali ke indonesia.

Perlu di ketahui di jeju jarang ada pabrik yang menerima pekerja ilegal .

Bulan kemarin penulis masih menjumpai WNI dengan visa suaka yang belum lama tiba di jeju, dan antara calo dengan mereka sudah ada kesepakatan dan mereka seyogyanya mengerti akan di pekerjakan secara ilegal.

Sekitar dua minggu yang lalu penulis juga sempat menemukan WNI dengan kasus serupa akan tetapi dia tidak diuruskan visa suaka, sehingga dia sekarang menjadi ilegal.

Dan banyak temannya yang tidak lolos di imigrasi bandara jeju ahirnya dipulangkan lagi ke indonesia, dan bagi yang di deportasi para calo menjanjikan akan di berangkatkan dengan tujuan negara lainnya.

Masalah pekerjaanpun mereka kadang kerja kadang tidak. Ada yang dapat bayaran 60 ribu won per hari  belum di potong bayar asrama dan makan. Yang jumlahnya lumayan mencekik.

Penulis sudah pernah memberitahu pihak KBRI seoul maupun pengaduan ke kemenlu melalui call center office supaya pihak pemerintah korea tidak sembarangan memberi visa suaka kepada WNI yang datang ke jeju.

Karena kasihan yang sudah terlanjur kesini dan tidak mendapat pekerjaan ahirnya terlunta lunta.Sejatinya  Mereka itu tidak tertipu karena mereka sudah tau akan di tempatkan secara ilegal.

Sebenarnya kasus seperti ini sudah pernah di ungkap tahun 2016 yang lalu,beberapa pelaku di tangkap baik dari warga negara korea maupun warga negara indonesia yang terlibat masalah ini.akan tetapi berulang karena banyak yang ingi kerja kekorea dengan jalan yang instan tanpa melalui mekanisme yang benar.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »